MIMS Education

Penanganan Kegawatdaruratan Mata Merah

Penanganan Kegawatdaruratan Mata Merah

Emergency MedicineFamily MedicineOphthalmologyGeneral Practice
A badge with ribbon in color black 1 SKP | An analog clock in color black 30 Minutes | A black calendar with white triangle in center that has a black exclamation point in the middle 20 Oct 2024 

Ringkasan

Mengenai Modul Ini

Kegawatdaruratan mata meliputi luka, goresan, benda asing di mata, luka bakar, paparan bahan kimia, cedera tumpul pada mata atau kelopak mata, infeksi tertentu, glaukoma, dan bekuan darah pada mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Prevalensi kegawatdaruratan pada mata diketahui mencapai 1,53,4% dari seluruh kunjungan pasien instalasi gawat darurat (IGD). Penanganan kasus kegawatdaruratan mata sebenarnya bisa dilakukan di klinik mata rawat jalan atau oleh dokter umum. Karena itu, penting bagi dokter umum untuk mampu menilai apakah kasus dapat ditangani secara mandiri; mengidentifikasi berbagai penyebab kegawatdaruratan mata merah; mengenali tanda dan gejala yang mengancam hilangnya penglihatan secara mendesak; dan kapan harus berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk memberikan pengobatan yang memadai.

Hasil Pembelajaran

Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan mampu:
  • Memahami epidemiologi dan beban kegawatdaruratan mata
  • Memahami diagnosis kegawatdaruratan mata merah
  • Mengetahui kondisi kegawatdaruratan mata merah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis
  • Memahami tindakan sementara yang dapat dilakukan dalam kegawatdaruratan mata
  • Mengidentifikasi manajemen yang tepat untuk kegawatdaruratan mata merah

Kerangka Bahasan:

  • Kegawatdaruratan mata
  • Diagnosis dan manajemen mata merah
  • Kegawatdaruratan mata merah: Non-traumatik, trauma kelopak mata, trauma pada bola mata, luka bakar pada permukaan mata, benda asing pada permukaan mata

Narasumber:

dr. Muhammad Irfan K, M.Kes, Sp.M
Ophthalmologist at the JEC-ORBITA Clinic, Makassar, Indonesia

Tersedia 1 SKP IDI

 

Kolaborasi dengan:
Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI)

Terakreditasi oleh:

Something went wrong.