

Ringkasan
Berbagai pedoman mengenai tata laksana dislipidemia baik secara global maupun di Indonesia mengakui adanya
hubungan antara kadar low-density cholesterol (LDL-C), total durasi paparan lipoprotein, dan besarnya beban
total plak aterosklerotik pasien. Mengingat hal ini, terdapat kebutuhan bagi pasien dengan risiko penyakit
kardiovaskular yang sangat tinggi untuk menurunkan kadar kolesterol LDL darah sedini mungkin hingga serendah
mungkin.
Sejalan dengan tuntutan target penurunan lipid, pedoman praktis EAS 2021 menyerukan penggunaan
obat kombinasi sejak awal pada pasien berisiko sangat tinggi dengan kadar LDL-C tinggi yang kemungkinan tidak
akan mencapai target terapi hanya dengan terapi statin saja.
Terapi kombinasi statin-ezetimibe menyatukan
secara sinergis efek penurunan lipid yang mendalam dari masing-masing obat, mengatasi keterbatasan dalam
mencapai target bila dikonsumsi terpisah, dan memitigasi potensi efek samping bila dikonsumsi sendiri dalam
dosis tinggi.
Modul ini meninjau pedoman terkini mengenai pengobatan dislipidemia pada pasien risiko
kardiovaskular tinggi. Selain itu, peran statin dan ezetimibe dalam algoritma pengobatan menjadi topik bahasan
utama dan bagaimana dokter dapat memaksimalkan penggunaan obat-obatan ini untuk mencapai tujuan pengobatan.
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan mampu:
dr. Sunanto Ng, Sp.JP(K), M.Sc, Ph.D
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Konsultan Kardiologi Intervensi
1. Assistant Professor, Dosen, dan Academic Advisor Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan
2. POKJA Atherosclerosis, Thrombosis, Lipidology and Regenerative Therapy Perhimpunan Dokter Spesialis
Kardiovaskular Indonesia (PERKI)
Terakreditasi oleh:
Modul ini merupakan modul independent MIMS yang didukung oleh: